Saturday, 8 May 2010
Blogger Trenggalek Bersatulah
Setelah lama saya tidak update ke salah satu web yang mengumpulkan blogger-blogger trenggalek. Saya kaget, ternyata sekarang web itu dah rame pengikutnya. Padahal awalnya pada saat aku daftar dulu masih ada sekitar 10 alamat blog yang ikut nongkrong. Sekarang? Yan walaupun gag sampai ribuan, tapi yang terdaftar alhamdulillah sudah banyak.
Bukan apa-apa, ini semua menunjukkan bahwa kabupaten Trenggalekku tercinta (barusan terkena banjir :hiks) juga bisa mengikuti perkembangan teknologi. Dan semoga dengan adanya komunitas itu, bisa melakukan hal-hal yang baik untuk kemajuan Trenggalek.
Memang data di web tersebut belum bisa merepresentasikan fakta keseluruhan tentang blogger-blogger asli Trenggalek. Oleh karena itu, melalui postingan ini, jika anda pembaca blog ini dan memiliki blog serta asli wong galek. Silahkan daftarkan diri anda di alamat website tersebut.
Ini alamatnya :
http://planet.ditrenggalek.com/
Daftar dan kita berbagi disana...
Secangkir kopi hangat untuk anda...
wassalam....
=================================================
kurangin tidur banyakin ngopi
Thursday, 1 April 2010
Indonesia Great Plan : Mega Proyek Indonesia
Mimpi-mimpi kearah sana sudah mulai dirancang dan dicanangkan. Salah satunya dengan adanya master plan great building yang akan dibangun di beberapa kawasan potensial di Indonesia. Semoga ini bukan hanya menjadi impian belaka... Amiiin...
Silahkan baca artikelnya n jangan lupa komentar, walaupun ini berita agak lama tapi masih perlu diingat untuk memotivasi kita memajukan bangsa ini:
Indonesia anggota G-20 merupakan kelompok negara dengan kekuatan ekonomi yang besar ditambah dengan Uni Eropa. Indonesia juga merupakan salah satu negara besar di dunia dengan jumlah penduduk yang besar dan kekayaan alam melimpah.
Walau didera krisis ekonomi, namun Indonesia mulai bangkit. Kini pembangunan di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain. Indonesia bahkan memiliki mega proyek kelas dunia. Beberapa mega proyek yang sudah jadi adalah jembatan Suramadu dan Indoor Theme Park terbesar di dunia, Trans studio. Beberapa proyek akan menyusul.
Ada yang masih dalam perencanaan dan ada juga yang sudah dalam tahap penyelesaian. Sepuluh diantara mega-mega proyek tersebut, adalah:
Perpustakaan Universitas Indonesia
Indonesia akan memiliki perpustakaan termodern, terbesar dan terindah di dunia yang akan berlokasi Universitas Indonesia (UI) Depok di areal seluas 2,5 hektar. Lokasi bangunan berada di tepi danau Kenanga Universitas Indonesia dan berjarak sekitar 100 meter dari gedung rektorat.
Gedung perpustakaan ini akan memiliki luas bangunan 30.000 m2 serta terdiri atas delapan lantai. Gedung berlantai delapan ini dirancang tahan gempa dan ramah lingkungan. Kebutuhan energi menggunakan sumber terbarukan yakni energi matahari (solar energy) selain itu di dalam gedung tidak diperbolehkan menggunakan plastik.
Pembangunan gedung delapan lantai ini ditargetkan selesai Desember 2009 dengan anggaran sekitar Rp 100 miliar.
Januari tahun depan diharapkan perpustakaan ini sudah bisa dibuka untuk civitas UI dan juga masyarakat umum. Pembangunan perpustakaan ini merupakan salah satu upaya UI menuju World Class University dan masuk ranking 100 besar perguruan tinggi terbaik di dunia.
Jembatan Selat Sunda
Jembatan Selat Sunda adalah salah satu proyek besar pembuatan jembatan yang melintasi Selat Sunda sebagai penghubung antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera.
Jembatan Selat Sunda ini akan menjadi jembatan terpanjang pertama di dunia yang dibangun dengan bentang tengah sampai 2.200 meter. Perkiraan biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan JSS sekitar Rp 100 triliun. Pembangunan proyek JSS membutuhkan waktu minimal 10 tahun. Kalau tahun 2012 sudah mulai dibangun rencananya.
Pada jembatan tersebut akan dibuat enam lajur kendaraan, masing-masing tiga lajur dalam satu ruasnya. Jembatan selebar 60 meter ini juga dilengkapi dua jalur pejalan kaki dan jalur darurat. Tak hanya itu, jembatan ini juga akan dilengkapi dua rel kereta. Jembatan rencananya akan berada pada 70 meter di atas permukaan laut, dan melewati tiga pulau-pulau kecil di selat itu, yaitu Pulau Prajurit, Ular, dan Sangiang. Ini merupakan jembatan dengan panjang 29 kilometer yang akan menjadi jembatan terpanjang di dunia.
Center Point Of Indonesia
Makassar akan memiliki kawasan super megah sebagai pusat bisnis, wisata dan pendidikan yang dinamakan Center Point Of Indonesia. Center Point Of Indonesia dibangun di kawasan dengan luas total 600 hektar itu akan terdapat bangunan bangunan menjulang tinggi, pusat bisnis dan pemerintahan, kawasan hiburan, hotel hotel kelas dunia yang dilengkapi dengan lapangan golf dengan view ke laut lepas dan pemandangan menakjubkan ke pulau pulau di Teluk Makassar. Di kawasan ini juga akan dibangun Istana kepresidenan yang selama ini hanya berada di Jawa dan Bali. Istana ini nantinya berada di atas laut.
Di kawasan CPI juga akan dibangun Masjid Termegah di Asia, sekelas Taj Mahal di India. Ada juga The Makassar Notradamus, yaitu taman 1000 patung Pahlawan Indonesia. Masih di lokasi yang sama, Makassar juga akan membangun Public Space atau area publik terluas di Dunia. Di lapangan nan luas ini, akan terdapat banyak kawasan hijau, tempat bermain, taman bunga, tempat beristrahat, dan tentunya pantai buatan. Di sekitar kawasan ini juga akan terdapat
Waterfront dan Marinas
Center Point Of Indonesia akan dilengkapi dengan dua jalan layang selebar masing masing 40 meter, waterway, monorail dan busway. Monorail di CPI akan menghubungkan kawasan megah ini ke Pusat Kota Makassar, hingga ke Bandara International Sultan Hasanuddin. Jika proyek ini benar benar terwujud maka Makassar akan melampaui Jakarta dalam hal mewujudkan angkutan Mass Rapit Transport idaman itu.
Center Point of Indonesia juga akan dilengkapi dengan sebuah menara yang menyerupai Oriental Pearl Tower di Shanghai. Menara setinggi 300 meter itu akan difasilitasi dengan dek anjungan berputar. Menara itu akan dibangun tepat di tengah tengah proyek CPI. Selain itu, Center Point of Indonesia akan memanjakan pengunjung karena sudah terintegrasi dengan Trans Studio Indoor Theme Park, karena akan dilewati oleh jalur Monorail.
Nantinya beberapa pantai dan pulau-pulau buatan di CPI juga akan dihubungkan dengan kereta gantung (Gondola) terpanjang di Asia. Jika proyek ini selesai, maka Makassar akan melesat menjadi kota metropolitan modern dan terbesar kedua di Indonesia, melampaui Surabaya. Obsesi itu jugalah yang membuat Makassar bertekat untuk menjadi kota dunia di tahun 2030.
Surabaya Sport Center (SSC)
Surabaya segera akan memiliki kompleks olahraga supermegah dengan fasilitas superlengkap. Proyek bernama Surabaya Sport Center (SSC), yang memakan dana Rp 440,2 miliar, dijadwalkan selesai paling lambat Desember 2009 ini. Berlokasi di kawasan Benowo, Surabaya Barat, kompleks itu terdiri atas sebuah stadion utama berkapasitas 50 ribu penonton, sebuah stadion indoor berkapasitas 10 ribu penonton, dan sebuah masjid. Nanti kompleks tersebut juga direncanakan memiliki stadion atletik dan sirkuit.
Menara Jakarta
Jakarta akan segera memiliki salah satu menara tertinggi di dunia yang dinamakan “Menara Jakarta“. Proyek Menara Jakarta yang sebelumnya terhenti akibat badai krisis moneter, akan kembali dilanjutkan kembali. Proyek Menara Jakarta akan kembali dibangun pengerjaan konstruksi pada Januari 2010. Pembangunan Menara Jakarta yang menelan anggaran Rp 5 triliun ini ditargetkan rampung 2012 mendatang. Menara Jakarta setinggi 558 meter ini nantinya akan mengalahkan Oriental Pearl Tower, Shanghai, setinggi 460 meter, KL Tower di Malaysia 421 meter, dan CN Tower di Kanada setinggi 533 meter. Dan tak kalah penting, Menara Jakarta akan dijadikan sebagai pusat jaringan telekomunikasi dan multimedia dengan data center dan disaster recovery center.
Menara Jakarta juga akan dijadikan sebagai traffic control dan pusat jaringan fiber optik di Jakarta. Menara ini juga akan memiliki restoran berputar, yang menarik lagi dari Menara Jakarta adalah bentuk kaki tiang menara yang memiliki bentuk tiga kaki yang menopang hingga ke atas. Bentuk semacam ini hanya satu-satunya di dunia untuk gedung-gedung pencakar langit. Jika telah selesai dibangun, Menara Jakarta ini akan menjadi icon kebanggaan bangsa Indonesia dan menjadi menara telekomunikasi dan broadcasting tertinggi di dunia.
Coastarina
Di Pulau Batam akan dibangun pulau-pulau buatan yang menyerupai peta dunia terbesar di dunia mengalahkan perumahan di Dubai. Perumahan di pantai ini dikembangkan menjadi pusat hunian dengan suasana tepi laut. Sebagian areanya diperoleh dari hasil reklamasi. Site plan-nya dirancang bak lagoon raksasa yang bagian tengahnya ditata menyerupai peta dunia dengan miniatur berbagai benua: Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Antartika. Coastarina merupakan terobosan konsep pemukiman, yang terinspirasi oleh Palm Islands di Dubai, UAE.
Di Coastarina, akan dibangun total 1.000 rumah di kawasan total 150 hektar (25 hektar termasuk taman dan fasilitas umum). Di sana, juga ada Okarina Taman Rekreasi dengan food court, kafe dan restoran, Taman Air, dinding raksasa, dan permainan air.
Coastarina mega proyek ini akan selesai dalam 6 tahun dan total investasi diperkirakan menjadi 60 – 80 juta USD atau sekitar Rp. 570 M / Rp 760 M. MURI (Museum Rekor Indonesia) memberikan penghargaaan kepada Coastarina untuk papan tulisan terbesar di Indonesia, perumahan yang terletak di bibir pantai Batam itu akan mencatatkan dua rekor lagi untuk pembangunan bola dunia paling besar dan peta dunia terbesar di dunia.
Biak Space Port
Biak space port Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mendirikan “space port” atau lokasi peluncuran roket pendorong satelit di Pulau Biak, Papua. Pulau Biak merupakan lokasi yang sangat strategis untuk penerbangan ke angkasa luar karena posisinya sangat dekat dengan garis katulistiwa.
Pulau Biak berhadapan langsung dengan samudera luas sehingga proses peluncuran roket yang akan dilakukan diperkirakan tidak akan mengganggu negara lain. Jika roket pendorong satelit itu diluncurkan, serpihan atau benda-benda yang jatuh dari dari proses peluncuran itu akan jatuh ke laut, tidak mengenai negara lain, termasuk wilayah Indonesia. Selain itu, Pulau Biak juga terletak di di area ekuatorial (Posisinya hanya dua derajat dari garis katulistiwa) sehingga dorongan roket peluncur satelit lebih kuat dan mampu mengantar alat pemantauan di angkasa ke antariksa.
Jam Matahari (Sundial) Pontianak
Indonesia akan memiliki sundial atau jam matahari tertinggi di dunia jika sundial Pontianak jadi dibangun. Dari semua kota yang dilewati garis Khatulistiwa, hanya ada satu kota di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis Khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak.
Pembangunan sundial di lokasi sekitar Tugu Khatulistiwa Pontianak diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp76,6 miliar dengan lahan seluas 44,1 meter. Rencananya tugu tersebut akan dibangun dengan tinggi 71 meter, sehingga akan menjadikan Tugu Khatulistiwa sebagai sundial tertinggi di dunia. Pada lahan di sekitar sundial tugu akan dibangun sundial berukuran kecil sebanyak 17 buah. Angka 17 dan 71 diambil dari angka kelahiran Kota Pontianak. Untuk memperkuat ikon Pontianak sebagai Kota Khatulistiwa juga akan dibangun Twin Solar Telescope, Museum Galeri, Science Centre, kawasan komersial, Amphiteater, dan Convention di kawasan tugu tersebut.
Reaktor Nuklir Muria
Indonesia merencanakan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Muria, Jateng. Pegunungan Muria dianggap paling memenuhi syarat sebagai tempat berdiri dan beroperasinya PLTN. Selain karena aman dari gempa, daerah Muria juga sangat dekat dengan sumber air (Laut Jawa) yang dibutuhkan untuk mendinginkan reaktor nuklir.
Pembangunan PLTN Muria akan dimulai 2012 dan siap diresmikan 2016 dengan total anggaran Rp 30 triliun. Diharapkan pada 2015-2016 PLTN Muria ini sudah bisa beroperasi dengan kapasitas 1.000 Mwat Elektic dengan investasi US$ 1.500-1.800 per KWh. PLTN membutuhkan uranium dan Indonesia memiliki dua tambang uranium, yaitu tambang Remaja-Hitam dan tambang Rirang-Tanah Merah. Kedua tambang uranium tersebut terletak di Kalimantan Barat.
Jika sudah dibangun PLTN Muria akan mampu mengatasi krisis energi listrik yang saat ini sedang dialami negara kita. PLTN Muria yang rencananya memiliki enam reaktor nuklir dengan masing-masing berdaya 600 MW atau totalnya 3600 MW, akan sedikit mampu mengurangi krisis energi listrik terutama Jaringan Jawa-Madura-Bali (Jamali). Jika Indonesia memiliki PLTN, maka Indonesia juga akan masuk ke dalam jajaran segelintir negara elite nuklir dunia tapi nuklir Indonesia akan digunakan hanya untuk tujuan damai.
Terusan Sulawesi
Pada Musyawarah Sulawesi IV Enam gubernur se-Sulawesi menggagas pembangunan “Terusan Khatulistiwa” yang memotong leher Pulau Sulawesi. Kelak Pulau Sulawesi bakal terbagi dua, karena dipisahkan oleh laut di terusan yang akan diberi nama Terusan Khatulistiwa. Jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan, maka terusan ini akan menjadi terusan ketiga di dunia, sebab saat ini baru ada dua terusan, yakni Terusan Suez di Mesir dan Terusan Panama di Amerika Tengah.
Terusan Khatulistiwa ini bisa menjadi jalur laut internasional yang ramai dan akan memperpendek jarak transportasi laut dari wilayah timur Pulau Sulawesi menuju wilayah barat Indonesia, serta ke Filipina dan Malaysia.
Itu merupakan beberapa mega proyek di Indonesia disamping proyek-proyek lainnya yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara maju di masa depan. Mega-mega proyek tesebut kelak akan menjadi kebanggaan besar bagi bangsa Indonesia.
source :http://eramuslim.com/berita/nasional/mega-proyek-indonesia.htm
=================================================
kurangin tidur banyakin ngopi
Friday, 5 March 2010
Jerman Pamerkan Komputer Pembaca Pikiran
BERLIN - Komputer pembaca pikiran yang dikembangkan Jerman, untuk pertamakalinya dipamerkan ke publik di ajang pameran teknologi tahunan terbesar di Jerman, CeBIT.
Perangkat komputer tersebut memungkinkan penggunanya mengetik atau memainkan game 'Pinball' tidak mengenakan tangan melainkan dengan kekuatan pikiran.
Dilansir AFP, Jumat (5/3/2010), kerumunan besar pengunjung memadati salah satu arena CeBIT dimana mereka bisa melihat demo komputer pembaca pikiran. Seorang pria duduk pada sebuah meja permainan 'Pinball', mengenakan penutup kepala yang seluruh permukaannya diliputi elektroda. Penutup kepala tersebut membaca pikiran penggunanya, kemudian menerjemahkannya dalam bentuk menggerakkan sayap untuk memainkan Pinball.
"Pria itu hanya berpikir, tangan kiri atau tangan kanan dan elektroda pada penutup kepala mengawasi gelombang otak yang berhubungan dengan pikiran itu. Setelah itu, informasi yang didapatkan elektroda dikirimkan ke komputer yang kemudian menggerakkan pengontrol Pinball," kata ilmuwan Michael Tangerman dari Berlin Brain Computer Interface.
Teknologi ini diciptakan tak sekedar untuk kesenangan melainkan juga dirancang agar suatu hari nanti bisa menyelamatkan hidup seseorang. Ilmuwan yang mengembangkan komputer ini masih terus melakukan riset untuk mencari cara agar bisa memonitor otak pengendara mobil guna meningkatkan waktu reaksi ketika menghadapi kecelakaan.
Source : http://techno.okezone.com/read/2010/03/05/56/309600/jerman-pamerkan-komputer-pembaca-pikiran=================================================
kurangin tidur banyakin ngopi
Monday, 1 March 2010
Indonesia adalah Atlantis yang Tenggelam (The lost Atlantis is in Indonesia)
Beberapa hari ini, berita mengenai atlantis lokasi tepatnya di indonesia. Pendapat ini disampaikan oleh ilmuwan asal brasil. Pendapat ini menepis beberapa pendapat ilmuwan yang mengatakan bahwa atlantis berada di daerah mediterania. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa atlantis ada di samudera atlantik, dan yanglain berpendapat bahwa Atlantis berada di Eropa. Tentu saja ini karena para ilmuwan itu berasal dari Eropa. Mereka berpikir bahwa bila Atlantis merupakan negara yang memiliki peradaban tinggi, pastilah Atlantis itu berada di Eropa karena mereka beranggapan hanya orang Eropa yang memiliki peradaban tinggi! Lalu seorang peneliti bernama Arysio Santos mengemukakan pendapatnya dalam sebuah buku..
Ini adalah sedikit review atau cuplikan dari buku tersebut:
Atlantis! Sebuah kata yang membangkitkan perasaan mendalam tentang sesuatu yang menakjubkan, sebuah misteri, dan rasa kehilangan yang tak tergantikan. Dampaknya lebih terasa dibandingkan dengan sekadar istilah "Benua yang Hilang" dan perasaan ini ada sejak zaman Plato, filsuf besar yang menulis tentang "Surga yang Punah" itu sekitar 2.500 tahun silam.
Apakah Atlantis sekadar mitos? Sebuah dongeng moral? Kreasi fiksi ilmiah? Ataukah ia benar-benar pernah ada dalam sejarah yang entah bagaimana caranya diangkat lagi ke dunia nyata oleh pena ajaib Plato?
Menurut Plato, Atlantis adalah induk segala peradaban. Atlantis adalah sebuah imperium yang sangat luas dan mendunia. Imperium ini menguasai pelayaran dan perdagangan laut, menciptakan metalurgi dan perkakas batu, sangat ahli dalam segala jenis seni dan jasa, termasuk seni tari, drama, musik, dan olahraga.
Lebih jauh, penduduk Atlantis mengumpulkan harta kekayaan yang melimpah, sampai Plato sendiri merasa takjub. Selain kaya, penduduk Atlantis juga mulia dan berbudi luhur. Mereka lebih mengutamakan kebijaksanaan dan kesalehan ketimbang kekayaan. Tapi, lambat laun, mereka terperangkap dalam kesombongan, ambisi, dan iri hati yang melampaui batas.
Lalu para dewa pun bersidang dan memutuskan untuk menghukum penduduk Atlantis agar dunia kembali ke jalur yang benar. Untuk itulah, para dewa mengirim bencana banjir dan gempa bumi, sehingga melumatkan imperium terkemuka ini sehancur-hancurnya. Plato sendiri menyebut bencana alam yang dialami penduduk Atlantis itu sebagai "Banjir Semesta".
Dia bahkan menambahkan beberapa rincian yang membawa kita pada beberapa kesimpulan: bencana itu dipicu ledakan gunung berapi besar yang diikuti penurunan tanah dan pembentukan kaldera, muntahan batu apung, tsunami, dan gempa bumi hebat. Dan, penanggalan yang diberikan Plato, tahun 11.600 sebelum Masehi, bertepatan dengan perhitungan penanggalan akhir zaman pencairan es. Dua fenomena geologi itu merupakan bencana alam raksasa berskala dan berdampak global.
Selama 25 abad sejak masa Plato, ribuan buku tentang Atlantis telah ditulis orang. Sayang, hal-ihwal "Benua yang Tenggelam" itu masih jauh dari terselesaikan. Misteri tentang letaknya juga belum pernah terjawab secara memuaskan, kendati ratusan tempat berbeda di dunia diklaim sebagai lokasinya. Di antara lokasi itu adalah Mediterania, Laut Utara, Pesisir Laut Atlantik di Eropa dan Afrika, kawasan di tengah Laut Atlantik, Segitiga Bermuda, hingga Amerika.
Hipotesis Atlantis di Wilayah Indonesia
Menariknya, menurut Profesor Santos, satu-satunya tempat yang sejauh ini belum dinyatakan sebagai lokasi Atlantis di antara ratusan lokasi adalah Indonesia. Bahkan lebih tepatnya, di tempat inilah --lebih baik dinamai Paparan Sunda (Sundaland) atau Austronesia-- dataran-dataran rendah Atlantis yang tenggelam itu berada. Benua mahabesar yang tenggelam ini sebenarnya terletak di laut dangkal yang ada di selatan Asia Tenggara, di wilayah yang sekarang bernama Indonesia.
Pulau-pulau di Indonesia, yang jumlahnya banyak dan tersebar, sesungguhnya adalah dataran-dataran tinggi dan puncak-puncak gunung yang tersisa ketika dataran-dataran rendahnya yang luas tenggelam pada akhir zaman es. Ini terjadi ketika permukaan laut di seluruh bumi naik setinggi 130 hingga 150 meter.
Anehnya, menurut dia, tak seorang pun pernah berpikir untuk mencari Atlantis di bagian wilayah Indonesia yang sekarang sudah terendam, lokasi yang sebenarnya memiliki daratan sangat luas berukuran benua. Tak seorang pun pernah bermimpi bahwa "Benua yang Tenggelam" sesungguhnya ada di sana. Setidaknya sejak cerita Lemuria atau daerah yang hilang versi Haeckel dan Sclater disingkirkan karena ada alternatif yang lebih baik, seperti Teori Lempeng Tektonik.
Di samping itu, sejauh ini semua peneliti pun terkurung oleh perkiraan bahwa peradaban hanya bisa muncul di wilayah-wilayah Mediterania, wilayahnya manusia berkulit putih.
Sebagian besar pakar umumnya menempatkan Atlantis di sekitar Samudra Atlantik, lokasi di mana Atlantis sebenarnya tidak pernah ada sebelumnya. Samudra Pasifik sebenarnya merupakan ?Samudra Sesungguhnya? yang dibicarakan Plato sebagai samudra tempat Atlantis berada. Sedangkan Samudra Atlantik dan Samudra Hindia masing-masing dianggap sebagai terusan ke arah timur dan barat.
Manusia, menurut Profesor Santos, pertama kali muncul di Afrika sekitar tiga juta tahun yang lalu. Manusia primitif ini segera menyebar ke seluruh Eurasia dan wilayah di luarnya hingga ke Timur Jauh dan Australia sekurang-kurangnya satu juta tahun silam. Di sanalah manusia asli ini mula-mula mengembangkan peradaban. Lalu di Indonesia inilah mereka pertama kali menemukan kondisi iklim yang ideal bagi perkembangan diri seutuhnya. Di tempat inilah sebenarnya nenek moyang kita menemukan budaya bercocok tanam dan peradaban.
Perkembangan itu berlangsung pada akhir zaman es, yakni pada masa pleistosen, kurun terakhir dari waktu geologis yang besar, dimulai dari sekitar 2,7 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 11.600 tahun yang lalu. Pada zaman pleistosen, permukaan laut lebih rendah 130 hingga 150 meter dari permukaannya sekarang.
Karena itulah, sebuah bidang luas di daerah pantai, yang disebut Landasan Benua, dengan lebar 200 kilometer terlihat membentuk jembatan-jembatan darat yang menghubungkan banyak pulau dan wilayah ini. Di tempat semacam inilah di Indonesia, titik peradaban manusia dan budaya bercocok tanam berkembang untuk pertama kalinya.
Lalu, dengan berakhirnya zaman es pleistosen, gletser-gletser yang menutupi setengah wilayah utara Amerika Utara dan Eurasia segera mencair. Air dari pencairan es ini mengalir ke laut, sehingga menyebabkan permukaannya naik 130 hingga 150 meter. Dengan kenaikan permukaan laut ini, Atlantis tenggelam dan lenyap untuk selamanya bersama sebagian besar penghuninya yang semula sangat banyak.
Berdasarkan data Plato, pada saat bencana itu terjadi, jumlah penduduk Atlantis di Dataran Agung itu saja mencapai 20 juta. Konsentrasi manusia yang sangat besar ini hanya mungkin terjadi dengan adanya budaya bercocok tanam yang sangat maju, dengan dua atau tiga kali panen dalam setahun seperti diceritakan Plato. Produktivitas pertanian yang besar ini sampai sekarang tetap menjadi ciri khas seluruh wilayah tersebut, khususnya Jawa dan Sumatera.
Ciri Geografis Utama Plato
Cara lain yang digunakan Profesor Santos untuk membuktikan Indonesia sebagai "Surga yang Tenggelam" itu adalah data geografis. Di sini ia berusaha mendeskripsikan sebuah metode yang dikatakannya amat sederhana untuk membandingkan lokasi-lokasi yang selama ini diajukan sebagai situs Atlantis.
Walau sederhana, metode ini berlaku seperti panduan yang memaksa pikiran agar tetap fokus pada ciri-ciri pentingnya. Ini diperlukan untuk menghindari banyak kesalahan dan jebakan yang, menurut dia, dihadapi sebagian besar peneliti yang menelisik misteri Atlantis yang memang sulit sekali dipecahkan.
Asumsi dasar yang digunakannya sebagai indikator adalah gambaran ciri-ciri utama geografis yang dituturkan Plato dalam Timeaus. Gambaran geografis itu diperolehnya dari karya Benjamin Jowett, pakar teks klasik asal Inggris, yang selama ini diakui sebagai terjemahan terbaik Timeaus.
Dalam Timeaus terjemahan Jowett yang dikutip, Plato antara lain bertutur: "... dan di sana ada sebuah pulau yang terletak di depan selat-selat yang kau sebut sebagai Pilar-pilar Herkules. Pulau ini lebih besar daripada gabungan Libya dan Asia, dan merupakan jalan ke pulau-pulau lain; dan dari pulau-pulau ini, Anda dapat melintas ke seluruh benua yang berhadapan yang mengelilingi Samudra yang Sesungguhnya. Karena laut ini, yang berada di dalam Selat-selat Herkules, hanyalah sebuah pelabuhan dengan sebuah jalan masuk yang sempit. Tapi yang satu lagi adalah laut sebenarnya dan tanah yang mengelilinginya mungkin yang benar-benar disebut benua tanpa batas."
Dari tuturan tersebut, Profesor Santos lalu menarik beberapa kesimpulan tentang ciri-ciri dan data geografis utama "Benua yang Hilang" yang diberikan Plato. Sekaligus dengan itu, ia mendapati kenyataan bahwa tak satu pun dari banyak lokasi yang selama ini diajukan para pakar sebagai situs Atlantis bersesuaian dengan "tuntutan" Plato.
Namun, ia meyakini, satu-satunya pengecualian adalah lokasi yang ditemukannya lebih dari 20 tahun silam, yakni Indonesia dan Paparan Sunda yang berada di bawah perairan Indonesia. Menurut ikhtisar yang dibuatnya, Profesor Santos menyarikan ciri dan data geografis Plato itu menjadi empat: Dua Pilar (Selat), Pulau Atlantis (Lebih Besar daripada Asia + Libya), Banyak Pulau di Samudra Sesungguhnya, dan Benua Luar di Depan (Benua Sesungguhnya).
Indonesia dalam Tabel Perbandingan
Menurut pengamatan Profesor Santos, hasilnya akan lain bila empat ciri dan data geografis Plato itu diberlakukan pada lokasi Indonesia. Ini memang salah satu upaya pengujian yang dilakukannya, di samping penelusuran terhadap sumber-sumber kuno lainnya, seperti karya Pindar, Homerus, dan Diodorus.
Dari pengisian tabel skematis itu, berikut pemeriksaan kesesuaian empirisnya, Santos merasa menemukan satu-satunya jawaban nyata atas teka-teki Atlantis. Ini merupakan jawaban yang cocok dari sisi realitas geologis yang diketahui maupun dari gambaran terperinci yang diberikan para pakar dan banyak sumber lain yang digunakannya.
Pindar, filsuf dan penyair pra-Plato, membuat beberapa rujukan lain tentang Pilar-pilar Herkules dan lidah-lidah pantainya yang tak dapat dilalui dalam syair-syairnya. Begitu pula sumber-sumber kuno lainnya. Sebenarnya tradisi yang meluas ini bertahan hingga masa Renaisans dan era navigasi sampai Christopher Columbus dan para penjelajah lainnya melanggar tabu tersebut.
Lidah-lidah pantai berpasir atau berawa-rawa suram itu, dalam Argonautica karya Apollonius dari Rhodes, juga disebutkan dengan istilah Rawa-rawa Tritonia. Sebutan itu pun tercatat dalam beberapa bagian naskah-naskah kuno. Dan, tradisi-tradisi ini berasal dari masa yang jauh sebelum kemunculan cerita Plato tentang Atlantis dan laut-lautnya yang tak dapat dilalui.
Tradisi-tradisi itu sangat jelas tidak merujuk pada samudra yang kini bernama Atlantik, melainkan pengertian samudra dari Atlantis, yang ciri-cirinya sangat cocok dengan Samudra Pasifik sekarang. Selain itu, wilayah yang dibicarakan adalah Hindia Timur atau Taprobane, satu-satunya kawasan yang memiliki kesesuaian geologis.
Santos yakin, laut-laut yang dipenuhi lidah pantai berawa dan danau pinggir laut itu ada di Indonesia, menjadi bagian dari Samudra Pasifik yang dulu diyakini menyatu dengan yang kini kita sebut Samudra Atlantik. Keyakinan ini sekaligus meruntuhkan hipotesis bahwa Pilar-pilar Herkules yang sesungguhnya adalah Gibraltar. Penelitian panjang Santos membawa dia pada temuan lain bahwa Pilar-pilar Herkules sesungguhnya adalah Selat Sunda.
Bila hipotesis itu diberlakukan dan dimasukkan dalam "jalan cerita" uraian Plato dalam Timeaus, hasilnya sungguh menakjubkan. Lokasinya Indonesia dan Paparan Sunda. Dua pilarnya ada di Selat Sunda, selat sempit dari samudra (Hindia) menuju wilayah Indonesia yang kini setengah tenggelam, tapi sebelumnya merupakan benua yang sangat luas.
Pulau-pulau di Indonesia yang setengah tenggelam dan sangat luas tersebut membentuk lidah-lidah pantai berawa yang tidak dapat dilalui. Selain itu, banyak pulau laksana surga di perjalanan --Kepulauan Indonesia sendiri, Melanesia, Mikronesia, dan Polinesia-- yang membuat lawatan panjang jadi menyenangkan. Terakhir, "Benua Luar" yang berada di luar dan depan wilayah ini adalah Amerika.
Indonesia memang sisa-sisa daratan mahaluas yang tenggelam sebagian. Inilah rupanya yang membuat Plato menyebut Atlantis sebagai nesos yang diartikan sebagai "pulau".
Kepulauan di kawasan Pasifik sekitar Indonesia memang banyak dalam arti sesungguhnya. Kepulauan itu tidak hanya menyediakan makanan dan air bagi kapal-kapal yang lewat, melainkan juga gadis-gadis pribumi jelita yang membuat jantung para pelaut yang lelah berdetak lebih cepat dan membuat mereka memimpikan surga.
Selain itu, yang disebut "Benua Luar" itu cocok dengan uraian Plato, yaitu wilayah Amerika. Begitu pula selat sempit yang dibicarakan di sini, Selat Sunda, benar-benar terbuka karena letusan hebat gunung super berapi, yakni Krakatau. Dua Pilar Herkules itu dapat disamakan dengan dua gunung berapi yang mengapit Selat Sunda: Krakatau dan Dempo. Yang satu gunung tinggi, dan yang lainnya kaldera gunung berapi raksasa --sangat mirip dengan fitur-fitur seperti Scylla dan Charybdis atau Calpe dan Habila yang dituturkan Avienus, penulis sejarah kuno yang hidup pada abad IV.
Meskipun sulit dipercaya, tulis Profesor Santos, persamaan-persamaan itu sulit sekali dikatakan sebagai kebetulan belaka. Karena itu, jelas bahwa Plato, entah bagaimana caranya, mendengar tradisi-tradisi kuno tentang Laut-laut Selatan yang diketahui berkaitan dengan Taprobane (Hindia Timur) dan kehancuran wilayah yang dulu bagaikan surga itu.
Diambil dari: http://www.matabumi.com/features/penelitian-profesor-arysio-santos-atlantis-surga-yang-hilang-itu-adalah-indonesia
=================================================
kurangin tidur banyakin ngopi
Monday, 15 February 2010
Info Menarik, Dapat Modal 50$ pekerjaan utama hanya melakukan klik e-mail
Berikut ini linknya :
Salam hangat warkop-it... Cheers
===========================================================================
Update :
setelah melakukan investigasi ternyata site tersebut adalah scam...
Sayang sekali itu termasuk daftar scam Look at this http://ptc-investgations.blogspot.com/2009/04/scam-sites.html
MOhon maaf sebesar2nya,,,
=================================================
kurangin tidur banyakin ngopi
Friday, 5 February 2010
Panduan Penulisan PKM-GT dan PKM-AI 2010
Berikut ini adalah panduan penulisan PKM-GT dan PKM-AI yang dikeluarkan DIKTI : Anda dapat mendownloadnya disini :
http://www.ziddu.com/download/8458395/pkm2010_REVISI02.pdf.html
Ayo kawan2 kita jaring harta karun melalui kreativitas mahasiswa "the agent of change"
mari berkarya..
=================================================
kurangin tidur banyakin ngopi
Saturday, 19 December 2009
Buat temen-temen PTI 2009 off C
wassalam..
=================================================
kurangin tidur banyakin ngopi
Tuesday, 8 December 2009
Situs TV Online (ayo-cari.com)
Sungguh hal ini sangat menyenangkan, kita tidak lagi perlu TV untuk keadaan mendatang :-)
Berikut ini adalah alamat situsnya :
http://www.ayo-cari.com/media/
Silahkan anda menikmati rasa baru dalam menonton TV via webbrowser..
--------------------------------------------------------------------
Kurangin tidur banyakin ngopi
Friday, 19 June 2009
bing saingan baru google
Dominasi google dalam dunia search engine agaknya akan mendapat saingan baru yang patut diperhitungkan. "Bing" itulah salah satu nama yang kemungkinan akan menyisihkan keperkasaan google dalam beberapa waktu kedepan. Bing adalah salah satu hasil karya perusahaan software terbesar dunia microsoft. Dilihat dari kapabilitas dari pengembangnya, sudah dapat dijadikan jaminan mutu akan kualitas yang disuguhkan bing.
Google pun tidak tinggal diam akan manuver yang dilakukan oleh kompetitornya tersebut. Kabarnya pihak google sampai membentuk satu team khusus untuk mempelajari sepak terjang "bing" ini.
Kelebihan yang ditampilkan bing adalah pada halaman awal terdapat suatu tampilan interface yang cantik. Hal ini dapat menarik minat para browser. Untuk dapat mencoba tentang kemampuan dari search engine ini silahkan klik disini.
Namun salah satu bug yang masih menjadi masalah dari search engine ini adalah cara dia mereferkan link. Cara mereferkan link dari keywords yang kita cari adalah dengan menampilkan keywords yang paling sering digunakan. Contohnya ketika kita mengetik "Indonesia" pada address barnya. Ternyata yang tampil adalah link2 porno seperti "Artis indonesia Telanjang", " Gadis Indonesia hot". Hal ini cukup membuat ketidaknyamanan pada saat melakukan surfing di internet. Tetapi kita tidak bisa menyalahkan 100% pada mesin tersebut, mungkin bing ini mengindeks permintaan terbanyak yang mengandung kata indonesia adalah hal tersebut.
SO selamat menikmati saingan google ini. Semoga dengan adanya bing tidak ada lagi dominasi dalam dunia search engine.
Nb : untuk browser indonesia lain kali kalo search jangan yang gitu2an terus donk. Malu sama yang lain...
Salam hangat-hangat kuku.... Cheers